
“Adoe KPK mo datang. Apa le kasian dorang mo periksa pa torang pe kantor,” kata salah satu staf di Discapilduk.
Staf dan sejumlah rekannya mengaku kaget
ketika mendapat informasi jika tim KPK akan mendatangi kantor mereka
untuk melakukan pemeriksaan. Karena menurut mereka, selama bekerja tidak
ada gelagat tindakan korupsi yang dilakukan para pimpinan mereka.
“Mo korupsi apale kasian torang pe bos sampe KPK mo periksa,” katanya.
Namun ketakutan para staf ini tidak
terbukti karena tim KPK yang dipimpin Direktur Litbang Pencegahan KPK,
Luthfi Ganna Sukardi hanya bertujuan untuk datang melakukan pengecekan
masalah pelayanan pelayanan public di tiga instansi tersebut. “Kunjungan
tim KPK hanya bertujuan melakukan pengecekana saja sebagai tindaklanjut
hasil rapat koordinasi di gedung KPK tanggal 7 November lalu soal
kegiatan proyek SIPS (CIDA-KPK),” kata Kabag Pembangunan, Adri Supit.
Menurut Supit, sebelum melakukan
pemeriksaan di tiga SKPD, Sukardi dan rekan-rekannya terlebihdahulu
menggelar rapat hearing dengan anggota DPRD, kepala SKPD dan LSM di
ruangan Paripurna DPRD. “Nah mereka cuma datang mengecek langsung apakah
data yang disampaikan dalam hearing betul atau tidak,” katanya.
Supit sendiri mengaku, di Bagian
Pembangunan tim KPK hanya mengecek masalah fasilitas proses pengadaan
barang dan jasa secara elektronik. “Tim hanya memastikan apakah
prosesnya berjalan dengan baik dan mereka sudah membuktikannya dengan
mengecek fasilitas yang digunakan,” katanya. Beritamanado.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar