
Seperti pantauan Tribun Manado, Senin
(19/8/2013), hampir di sepanjang jalan lingkar ini terdapat lubang
hingga aspal jalan tergerus dan menyebarkan bebatuan kerikil yang
membahayakan keselamatan pengendara kendaraan bermotor. Salah satu titik
lokasi terparah kerusakan jalan yang baru selesai dibangun bulan
Desember 2012 ini yaitu di Kelurahan Batu Kota, Kecamatan Lembeh Utara.
Di titik ini, aspal jalan rusak total, terkoyak hingga bebatuan dasar,
kerikil dan tanah berserakan di mana-mana.
Sepintas,
terlihat lapisan aspal jalan hanya setebal kira-kira 5 sampai 6 cm dan
hanya dilapisi bebatuan kerikil di bagian dasarnya. Sangat jauh dari
standar konstruksi jalan yang kokoh. Kondisi ini diperparah dengan
ketiadaan drainase di sisi kiri dan kanan jalan. Akibatnya saat hujan
deras, air hujan dengan mudah menggerus dan menghancurkan aspal jalan.
"Ini jalan baru selesai Desember lalu. Bulan Januari sudah rusak," ujar Yemima, warga Kelurahan Batu Kota, Lembeh Utara.
Yemima
mengaku kecewa dengan kondisi jalan yang rusak parah karena dinilai
dikerjakan dengan asal-asalan. "Memang sudah ada jalan, tapi kalau sudah
rusak seperti ini apa gunanya," keluhnya.
Kondisi jalan yang
rusak parah ini diakui Yemina sudah memakan korban cukup banyak. "Ini
jalan sudah banyak makan korban warga yang kecelakaan," ungkapnya.
Dirinya
hanya bisa berharap akan ada perhatian serius Pemerintah Kota Bitung
terkait kondisi jalan yang rusak. "Minta tolong pemerintah serius. Kami
masyarakat butuh jalan dengan kondisi baik. Tolong dibangun jangan
asal-asalan. Harapan kami, jalan yang rusak ini bisa segera diperbaiki
kembali," harapnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas PU Kota Bitung Rudy
Theno mengaku ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kerusakan di
jalan lingkar Lembeh. "Salah satunya faktor alam. Hujan terus-menerus
dan adanya longsoran bisa mengakibatkan aspal jalan tergerus dan
hancur," tuturnya.
Selain itu, diakui Rudy, jalan sepanjang 15 km
yang dibangun dengan anggaran APBD Kota Bitung tahun 2012 sebesar Rp 28
miliar ini belum dilengkapi dengan drainase di sisi kiri dan kanan
jalan. "Keterbatasan anggaran membuat drainase belum bisa dibangun. Ini
juga jadi penyebab jalan rusak karena air hujan naik ke atas aspal
jalan," tuturnya.
Meskipun demikian, Rudy memastikan Dinas PU
Bitung tidak menutup mata dengan kondisi jalan yang rusak. "Kami segera
turun lakukan survei tingkat kerusakan jalan, apa penyebab dan tentunya
rencana perbaikan dan perawatan jalan. Diharapkan segera dianggarkan,"
jelasnya.
Proyek pembangunan jalan lingkar Pulau Lembeh ini
menurut Rudy masih akan dikerjakan tahap keduanya pada tahun 2013 ini.
"Masih ada pengerjaan tahap kedua sepanjang 15 km dengan anggaran
sekitar Rp 29 miliar," tandasnya. (manado.tribunnews.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar