anda awas bagi anda pemilik kendaraan roda empat yang sering disewakan atau dipinjamkan kepada kerabat dan saudara, pasalnya saat ini kasus penggelapan marak terjadi modusnya kendaraan yang disewa atau dipinjam diburu oleh sindikat penggelapan mobil yang kemudian di jual dengan harga murah. Sebagaimana yang dialami oleh Farida Paputungan (37) Warga Kotabangun Kecamatan Kotamobagu lingkungan IV, mencari kendaraannya yang sudah puluhan hari raib entah keman hingga ke kota Bitung.
"Saya sudah mencari kendaraan jenis Toyota Avansa Veloz warna putih dengan nomor polisi DB 4873 KA mulai dari Gorontalo, Palu, Kawongkoan, Belang, Kema, Manado dan Bitung. Saya melakukan ini untuk mendapat kembali mobil saya," tutur Farida didampingi rekannya Chenny Mokodongan Tuuk saat berada di Mapolsek Aertembaga, Kamis (12/3/2015).
Mobil yang digunakan untuk urusan pribadi dan keluarga tercatat dibawah lari oleh oknum yang identitasnya sudah di kantongi polisi selama 26 hari sejak 14 Februari 2015 hingga Kamis (12/3/2015), sehingga dirinya mengalami kerugian materi senilai Rp 174 juta dan kerugian inmateri. "Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Bolmong dengan surat tanda terima laporan polisi atau pengaduan nomor STTLP/215.a/III/2015/SULUT/RES BM, kasus penggelapan. Dan ada informasi kendaraan itu dipakai ke Minut dan Bitung sehingga sejak beberapa hari ini kami di Bitung mencari kendaraan itu," jelasnya sedih.
Kendaraan yang bagian kaca depan bertuliskan Solid club otomotif di Sulut, awalnya pada (13/2/2015) di pinjam oleh ponakannya bernama Anto yang kemudian di pinjam oleh pria bernama Uno Paputungan alias No warga Inobonto yang pernah tinggal di Motoboi Kecil Kotamobagu. Tidak ada rasa curiga ataupun kekuatiran akan terjadi seperti ini ketika Farida meminjamkan kepada sang ponakan karena dia mengganggap Anto sudah termasuk keluarga sendiri. "Atas itulah saya lapor ke Polisi dan sampai ke Bitung untuk koordinasi dengan aparat terkait agar bisa bantu mencari mobil saya," tukasnya.
AKP Frelly Sumampouw selaku Kapolsek Aertembaga membenarkan telah ditemui warga Kotamobagu melakukan koordinasi terkait kasus penggelapan roda empat. Frelly pun tak menampik jika kasus penipuan kendaraan dengan modus disewakan atau dipinjamkan pemilik sudah semakin meresahkan karena sudah berkali-kali terjadi. "Dalam catatan kami di Sulut kurun waktu enam bulang terakhir ada sekitar 80an kendaraan yang masuk kasus penggelapan. Di polsek Aertembaga sendiri sudah 18 unit didapat setelah pemilik kendaraan diminta tebus dengan uang puluhan juta untuk dapatkan mobilnya," jelas Frelly.
Dijelaskannya banyak kasus penggelapan mobil sering digadaikan atau dijual ke tangan ketiga dan seterusnya tanpa didukung dengan dokumen lengkap, sehingga dalam kondisi demikian para penerima mobil yang digadaikan atau dijual dapat dijerat dengan pasal 480 KUHP. "Mereka itu masuk dalam kelompok atau pihak penadah," tukasnya. tribunnmanado.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
My FacebookPengikut |
Chat BoxLive Traffic |
Arsip Blog
-
▼
2015
(1262)
-
▼
Maret
(52)
- Motor Dinas Rusak, Biaya Perbaikan Ditanggung SKPD
- Pangkalan PSDKP Bitung Bakal Tenggelamkan Enam Kap...
- Sangat Disayangkan PNS Punya Pengetahuan Tapi Tak ...
- Bocah Penjual Ikan Berulangkali Dipaksa Opa AL
- Laut Kita Terus Dijarah dan Kami Siap Perang
- Tunggakan Rekening Listrik, Kaloh Bakal Panggil De...
- Laga El Clasico Bawa Empat Orang Ini ke Polres Bitung
- Polres Ringkus Dua Bandar Togel Bola
- PILKADA BITUNG: Lilir Sebut Mantiri-Wurangian “Pas...
- GMNI Bitung Utus Puluhan Kader KTD Manado
- Tekan Kasus Pencurian, Polres Gelar Operasi Gabungan
- Astaga! Baru Sehari Diaspal, Jalan Tendeki-Kumerso...
- Pemkot Restrukturisasi 85 Pejabat Struktural dan F...
- Paripurna LKPD, Ini Penghinaan Terhadap DPRD
- O2SN dan FL2SN Ajang Memupuk Mental dan Raih Prestasi
- Lomban Resmikan Ruang Belajar SDN I Bitung
- Kepsek SMP Muhammadiyah Minta Maaf dan Siap Bertan...
- Lagi, Bulog “Salurkan” Beras Tak Layak Konsumsi
- Kabag Umum BLH Minahasa Utara Kena Jambret!
- Supit Minta Perbaiki Jalan di Pateten
- Warga Heboh, Anggota TNI AL di Bitung Ditemukan Me...
- Kepala BLH Jadi Duta Indonesia di Konfrensi Bencan...
- Kecelakaan di Bitung Picu Penikaman
- Inilah 17 Pulau di Bitung yang Statusnya Tidak Jelas
- Lomba Voli Wali Kota Bitung, Gita Pukau Penonton
- Status Tanah Pulau Lembeh Tak Kunjung Selesai
- Akhirnya Pengusaha Perikanan Bitung Bisa Temui Men...
- Rekson Sebut Mars Karang Taruna Dilombakan
- Hati-hati! Penggelapan Mobil Marak di Sulut! Ini M...
- Kapal Penumpang Wajib Sandar
- Sondakh Sebut Musrembang untuk Matangkan RKPD
- SMP Negeri 2 “Dipenuhi” Sampah
- Buruh Ekspedisi di Bitung Kehilangan Pekerjaan! Pe...
- Ya Ampun, Tas Milik Perawat RS Manembo-nembo Hilan...
- Mikson Tilaar, Penerus Milton Kansil di Bitung
- Dirut RSUD Manembo-nembo Akui Pencurian Sering Ter...
- Pemko Bitung Galakkan Car Free Day Tiap Sabtu
- Diduga Bocor, Menteri Hanif Batal Sidak PT MMP di ...
- Rivo Dicari Polisi Karena Penggelapan Kendaraan
- Ada Kuburan Nelayan Jepang di Aertembaga
- Disperindag Jamin Harga Beras Bakal Normal Kembali
- Tusuk Mulut Lidah dengan Besi, Aksi Tang Sin Bitun...
- Warga Tumpah Ruah Saksikan Cap Go Meh
- Pemko Bitung Makin Siap Sambut Turis Kapal Pesiar
- Beras Mahal, Penjual Makanan di Bitung Terpaksa Me...
- Cap Go Meh, Sondakh Himbau Masyarakat Jaga Keamanan
- Donor Darah, PMI Bitung Gandeng Kodim 1310
- Masih Amankah Bitung? Dalam Tiga Hari Empat Orang ...
- Sondakh Berharap Jalan Lingkar Lembeh Sejahterakan...
- Mobil Patroli Polsek Maesa “Diserang” Geng Motor
- Jeniffer Kecewa Nilai Tukar Dollar di Bitung Rendah
- PILKADA BITUNG: Pejabat Pemkot Mulai “Blok-blokan”
-
▼
Maret
(52)
Total Tayangan Halaman
156355
Tidak ada komentar:
Posting Komentar