Rocky Tengker salah satu pemuda Kelurahan Danowudu
meminta ketegasan Pemkot Bitung untuk menghentikan aktivitas galian C di
Lingkungan Satu kelurahan tersebut.
Selain diduga tak mengantongi izin galian, Rocky
menyatakan, lokasi yang dijadikan menggali pasir menggunakan alat berat, berada
di lokasi resapan air dan hanya beberapa meter dari kawasan Hutan Kota
Danowudu.
“Danowudu adalah salah satu sumber air bersih untuk
masyarakat Kota Bitung yang saat ini dekelola PDAM dua Sudara Kota Bitung,”
kata Rocky, Kamis (28/12/2016).
Ia mengaku sudah berkonsultasi dengan pihak PDAM soal
dampak-dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas galian C di wilayah Kelurahan
Danowudu.
“Debit air yang dijadikan sumber PDAM di Danowudu dari
tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Nah, jika aktivitas galian C serta
pembukaan lahan terus dilakukan di wilayah Danowudu maka masyarakat Kota Bitung
terancam krisis air bersih,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya meminta ketegasan Pemkot lewat BLH dan
ESDM segera menutup aktivitas galian C di pintu masuk Bumper Danowudu.
Karena hingga saat ini aktivitas alat berat dan
lalu-lalang truck mengangkut pasir di lokasi itu masih tetap berlangsung.
“Saya mohon perhatian walikota dan wakil walikota Bitung
untuk segera menindaklanjuti galian C di Danowudu demi ketersedian air bersih
untuk masyarakat Kota Bitung,” katanya.(abinenobm) beritamanado.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar