Khouni
Lomban Rawung, istri Wali Kota Bitung terlihat berbeda Selasa (7/12). Senyum di
wajah lenyap, berganti amarah. First
lady Kota Bitung ini meradang mendapati kasus dugaan cabul terhadap Bunga, sama
samaran, bocah 11 tahun melibatkan pria tua berumur 60 tahun berinisial O.
Menurut
Khouni, hal seperti ini menghambat pembangunan Kota Bitung. Ia bertekad
memerangi tindakan cabul yang merusak generasi muda. "Ini harus
diakhiri," kata dia. Khouni
turut mendampingi Bunga saat melapor ke Polres Bitung dan pemeriksaan visum di
RS Manembo-Nembo, Selasa siang.
Begitu
dilapori kejadian itu oleh salah satu tokoh agama Selasa siang, Khouni
meninggalkan aktivitasnya, bergegas menjemput Bunga di rumahnya. Di
RS Manembo - Nembo, Khouni nampak terenyuh dengan penderitaan bocah cilik itu.
Berulangkali
ia membelai Bunga. Kata-kata
penguat diberikannya pada Bunga yang terlihat begitu tertekan. "Sabar ya
nak," kata dia. Khouni
juga yang mendorong Bunga di atas kursi rodanya dari ruang UGD menuju ruang
pemeriksaan. Kepada dokter, Khouni berpesan agar Bunga dirawat dengan baik.
Khouni
berjanji akan terus mendampingi Bunga dalam pemulihan traumanya. "Saya
yang bayar semua ini, saya juga sediakan psikolog," ujar dia. Bukan
kali ini saja Khouni bertindak demikian. Beberapa
waktu lalu dia juga mendampingi salah satu korban kejadian serupa.
Bunga
memang terlihat begitu sedih. Di atas kursi rodanya, ia selalu menundukkan
kepala dan meneteskan airmata. Ekspresinya
ketakutan. Wajahnya selalu menoleh ke kanan dan kiri, layaknya orang tengah
diburu. Bicaranya selalu terbata - bata, terpotong oleh tangisan.
Kejadian
tersebut bisa dibilang puncak penderitaan Bunga. Selama ini, Bunga menderita
akibat perceraian kedua orang tuanya. Ia
hidup bersama seseorang yang berbaik hati mengasuhnya. Informasi
yang dihimpun Tribun Manado, kejadian tersebut sudah terjadi beberapa kali. Pengakuan
Bunga, dua kali O memaksanya berhubungan badan.
Sedang
kejadian pelecehan lainnya seperti meraba atau mencium sudah tak terhitung
lagi. Opa
membujuk Bunga lewat uang. Nah,
di sinilah Oma diduga terlibat karena Oma lah yang kerap memberikan uang kepada
Bunga. Kejadian
tersebut nanti terbongkar Selasa siang. Kala
itu orang tua angkat Bunga bernama Hari curiga karena anaknya tidak mau keluar
kamar.
Karena
Bunga diam, Hari mencari tahu pada tetangga. Seorang
tetangga memberitahu kejadian itu. Ketika
hal itu ditanya ke Bunga, gadis kecil itu langsung meneteskan airmata. Hari
yang kebingungan kemudian memilih melapor ke Pendeta yang kemudian
meneruskannya ke Khouni.
Kanit
4 Polres Bitung Bripka Putut Wiyono mengatakan, pihaknya sementara menyelidiki
kasus tersebut.
"Kami
sementara menjemput O," kata dia.
Ditanyakan
keterlibatan Oma, ia mengatakan juga akan memeriksa Oma.
Jika
Oma terlibat, kata dia, akan dihukum.
"Dia
juga bisa kena pasal," kata dia.
Kanit
Resmob Polres Bitung Aiptu Mansur ketika dikonfirmasi mengatakan, O kini sudah
diamankan di Polres Bitung.
sumber:manado.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar