Jumat, 30 Januari 2015

Hati-hati! Kejahatan Rampas Tas di Atas Motor Marak di Bitung

Kejahatan jalanan kembali marak. Di Bitung, seorang wanita, Ledi Manusama (24) warga Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir, menjadi korban penjambretan, Rabu (28/1/2015) malam.

Peristiwa itu dialaminya saat sedang dibonceng oleh atasannya di kantor, Nilam Kabuhung menggunakan sepeda motor matic.


Saat itu, keduanya hendak menuju ruko yang ada di depan Gedung KPU Kota Bitung di ruas Jalan Stadion Dua Sudara Manembo-nembo.

"Sekitar jam sepuluh malam, saat kami hampir tiba di tempat tujuan, motor yang dikendarai Ibu Nilam akan berbelok ke lajur sebelah," kata Ledi, Kamis (29/1/2015).

Tiba-tiba, lanjut dia, dengan begitu cepat sudah ada sepeda motor yang dinaiki dua orang berada tepat di samping kiri saya dengan jarak yang sangat dekat lalu merebut tas yang dipangku di tengah.

Gadis yang bekerja sebagai tenaga harian lepas di Sekretariat DPRD Kota Bitung ini menambahkan, meski sempat terjadi tarik- menarik, namun penjambret berhasil mengambil tas kecil yang berisi dua buah handphone merek Nokia, uang Rp 100 ribu, buku tabungan dan kartu ATM.

Ledi mengaku kaget karena tiba-tiba si penjambret langsung menarik tas kecilnya.

Karena tas kecilnya itu licin, aksi tarik-menarik tak dapat dihindarkan meski akhirna dimenangkan penjambret itu.

"Saya langsung menagis karena di dalam dompet ada barang berharga," kenangnya.

Dia mengaku tak mengenal pelaku. Apalagi sepanjang perjalanan tidak ada yang membuntuti mereka. Baru setelah berada di dekat tempat tujuan, jambret itu muncul.

Ledi mengaku sempat mengenali ciri-ciri pelaku menggunakan pakaian berlapis dalaman pakaian lengan panjang hitam dan bagian luar pakaian putih lengan buntung.

"Saya dan Ibu Nilam sempat kejar namun saat memasuki wilayah yang gelap, kami tak meneruskan karena takut terjadi apa-apa," tukasnya.

Nilam Kabuhung saat itu malah mengira ada orang yang bercanda dengan coba-coba mengambil barang milik Ledi.

"Kita kita rekan sekerja Ledi yang baku sedu mo ambe itu dompet, nintau pancuri kote," kata Nilam.
Atas kejadian tersebut keduanya langsung melapor ke Polsek Urban Bitung Barat yang langsung turun ke lokasi kejadian.

Kapolsek Urban Matuari, Kompol Sudartono menjelaskan, pelaku penjambretan langsung lari. "Diduga korban sudah dibuntuti sejak awal," kata Sudartono.

Menurutnya, peristiwa penjambretan di tempat yang sama di depan kantor KPU Bitung sudah yang keempat kali terjadi jika dihitung dari tahun-tahun sebelumnya. Namun pelakunya tidak ada yang berhasil dibekuk.

"Kami tidak selalu fokus di lokasi itu, karena kalau kami fokus di situ, mereka malah tidak melakukan aksinya," ujar Sudartono. (crz) . tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar