Senin, 18 Januari 2016

Ya Ampun, Tanah di Pulau Bangka, Lembeh, dan Bunaken Ternyata Bermasalah!



Status tanah Pulau Bangka di Kabupaten Minahasa Utara dan Pulau Lembeh di Kota Bitung, bermasalah. Kondisi yang sama terjadi pada Pulau Bunaken yang masuk wilayah Kota Manado.
Hal itu mencuat dalam inspeksi mendadak (sidak) Penjabat Gubernur Sulawesi Utara Soni Sumarsono ke Badan Pertanahan Nasional.
"Ada problem kompleks terhadap masalah tanah di daerah ini yang menyita perhatian masyarakat umum, institusi lintas sektoral hingga pemangku kepentingan atau stakeholders," kata Sumarsono, Selasa (12/1).
Selain status tanah ketiga pulau tersebut, penjabat gubernur lulusan Universitas Gajah Mada ini menyentil persoalan serupa terkait lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, sengketa tanah Pertamina Bitung serta pembebasan lahan dan ganti rugi tanah proyek jalan tol Manado-Bitung.
"Karena itu, sidak yang dilakukan ini untuk mengenal lebih dekat mekanisme tata kelola pertanahan di instansi ini," katanya.
Gubernur mengatakan, BPN Sulut hendaknya mencermati secara jeli dan mampu melihat dengan sisi objektif dalam menentukan status keabsahan atas tanah/lahan sehingga tidak menimbulkan masalah baru yang berlarut.
Namun apabila tidak mendapat titik temu dan mufakat atas persoalan ganti rugi, kata dia, seharusnya mendapat penetapan putusan sengketa pihak pengadilan.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini mengharapkan, BPN serius menangani persoalan kepemikan tanah di kawasan wisata Pulau Bunaken yang dikhawatirkan akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan.
Kepala BPN Sulawesi Utara Monsel Hutagaol mengatakan, masalah tanah dan lahan di daerah ini berkaitan dengan status alas hak atas tanah yang bersumber dari riwayat kepemilikan dari hak-hak barat (Kolonial Belanda) sebelum diberlakukannya UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria.
"Berangkat dari status dan alas hak tersebut, apabila hak guna usaha berakhir masa peruntukannya, maka beralih kembali menjadi tanah negara. Ini yang sering menjadi potensi konflik dan problem atas beberapa pihak yang mengklaim sebagai ahli waris," manado.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar