BITUNG - Komitmen
Walikota Bitung, Max Lomban dan Wakil Walikota Bitung, Maurits Mantiri (MAMA),
yakni memberantas pungutan liar (pungli) di Kota Bitung, harus dilaksanakan di
seluruh sendi kehidupan termasuk di dalamnya bidang pendidikan.
Rabu, 02 November 2016
Sofa Terbakar, Warga Berhamburan Keluar Rumah
Mendung yang menyelimuti sebuah gang di kompleks Perum
Uka Kelurahan Winenet 2 Kecamatan Aertembaga, mendadak ramai, Selasa (1/11)
sore.
"Ada kebakaran... mau pergi melihat," ujar
sejumlah warga
WNA BerKTP Bitung, Polda Cari Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Discapilduk
Bitung – Setelah
resmi menahan dan menetapkan lima tersangka kasus WNA Filipina berKTP Kota
Bitung, Polda Sulut bakal kembali menetapkan tersangka baru.
Selasa, 01 November 2016
Gelombang Tinggi, Nelayan Bitung Pilih Parkir Perahu
Kondisi hujan disertai angin
beberapa hari ini rupanya berimbas pada nelayan di Kota Bitung.
Sejumlah nelayan lebih
memilih memarkir perahu dan tak melaut karena kondisi gelombang yang dianggap membahayakan
keselamatan.
PDAM Duasudara Bakal Kantongi Rp 100 Milyar
BITUNG - DPRD Kota Bitung kembali menggelar
Rapat Paripurna, di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Bitung, Senin (3/10). Kali
ini, agenda yang ditetapkan yakni Pembicaraan Tingkat II dalam rangka Penetapan
terhadap Ranperda Kota Bitung tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota
Bitung Nomor 4 Tahun 2013 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Bitung pada
Perusahaan Daerah Air Minum Dua Sudara Kota Bitung.
Gelombang Tinggi, Nelayan Bitung Pilih Parkir Perahu
Kondisi hujan disertai angin beberapa hari ini rupanya
berimbas pada nelayan di Kota Bitung.
Sejumlah nelayan lebih memilih memarkir perahu dan tak
melaut karena kondisi gelombang yang dianggap membahayakan keselamatan.
Menjadi WNI Adalah Impian WNA Filipina Menetap di Bitung
Bitung – Mendapat
pengakuan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) adalah salah satu alasan ratusan
Warga Negara Asing (WNA) Filipina masuk dan menetap di Kota Bitung.
Hal itu
disampaikan salah satu WNA Filipina, Rosaleto Tahendong (48) yang sudah menetap
di Kota Bitung selama sembilan tahun tanpa dokumen resmi.
“Saya dan semua
WNA Filipina yang sudah menetap di Kota Bitung berkeinginan menjadi WNI agar
kami bisa leluasa mencari ikan saat melaut,” kata Rosaleto beberapa waktu lalu.
Ia mengaku,
tinggal di Kota Bitung sangat enak jika dibandingkan daerah asalnya, General
Santos.
“Di sini enak,
ada pekerjaan karena gampang cari ikan. Makanya saya tidak mau kembali ke
Filipina,” katanya.
Kendati ia tahu
persis jika keberdaan dirinya bersama ratusan rekannya di Kota Bitung illegal,
namun Rosaleto tetap berharap bisa menjadi WNI seperti puluhan rekannya yang
telah resmi diakui sebagai WNI beberapa waktu lalu oleh pemerintah pusat dan
daerah.
“Saya berharap
nama saya juga diakomodir sebagai WNI seperti teman-teman kami yang telah
mendapat pengakuan sebagai WNI,” katanya. beritamanado.com
Langganan:
Postingan (Atom)






