Senin, 25 Juli 2016

PETI KEMAS PELINDO BERBENAH TUNJANG KEK – IHP



Kota Bitung merupakan daerah industri yang terbilang besar di wilayah Indonesia Timur. Sehingga masuk keluarnya barang melalui pelabuhan yang berskala internasional ini, begitu padat. Seperti contoh, dalam sehari Pelabuhan Peti Kemas (Pelindo) menampung hingga ratusan Container yang di dalamnya barang import mau pun eksport. “Benar, setiap hari kami mengantogi ratusan Container. Dan pengiriman pun nyaris sama jumlahnya yang masuk,” kata General Manager Peti kemas Bitung, Edy Nursewan.


Untuk Perkembangan Terminal petikemas Bitung juga didukung dengan ketersediaan fasilitas dan peralatan yang modern, serta dukungan sumber daya manusia dengan kualitas tinggi yang mampu memberikan pelayanan yang cepat,tepat dan aman. Selain itu penerapan layanan dengan sistem teknologi komputerisasi dan berstandard Internasional juga menjadi kunci dalam peningkatan kualitas pelayanan Terminal Petikemas Bitung. “Untuk peralatan bongkar muat peti kemas terdiri dari Container Crane, Rubber Tyred Gantries, Reach Staker, Chassis ukuran 20 dan ukuran 40, Head Truck, Forklift lima ton dan Forklift Battrey dua ton,” terang Nursewan

Dikatakannya juga, kedepan pelabuhan ini akan diperluas lagi, demi mendukungnya kelancaran masuk keluarnya kapal. Disamping itu, pengembangan pelabuhan pun bermaksud untuk mendukung Iternasional Airport dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Jika pelabuhan lebih presentative pasti pelayanan lebih optimal. Apa lagi menghadapi KEK, masuk keluarnya barang semakin meningkat,untuk ke depan nantinya kota bitung akan menjadi yang terdepan,” katanya.

DITETAPKAN PEMERINTAH TUNJANG EKONOMI INDONESIA TIMUR
Bitung, yang ditetapkan sebagai KEK pada Mei 2015 silam, akan menjadi titik pusat pertumbuhan kawasan Indonesia timur. Namun masih ada tiga hal yang harus dilakukan Bitung, yakni membuat desain fasilitas yang akan diberikan kepada investor, promosi investasi secara terus-menerus, dan pembangunan infrastruktur yang dapat dilakukan melalui skema Public Private Partnership.

Lokasi Pelabuhan Bitung yang strategis harus dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas logistik dan rantai distribusi kawasan Indonesia timur. Selain itu, ada kawasan industri Tanjung Merah seluas 512 hektare sebagai daya tarik investasi.

Kawasan Tanjung Merah, nantinya akan menjadi basis tiga kelompok industri, yakni industri berbasis sumber-sumber daya alam (20-25 persen), industri pendukung untuk pengolahan ikan (40 persen), dan industri kemasan (40 persen).

Sebelum Bitung, baru ada dua kawasan yang ditetapkan sebagai KEK, yaitu Sei Mangke di Sumatera Utara dan Tanjung Lesung di Banten, Jawa Barat. KEK dibentuk dengan tujuan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi aktivitas investasi, ekspor, dan perdagangan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. mediasulut.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar