Minggu, 19 Juni 2016

Selat Lembeh tak Ubahnya 'TPA'


Selat Lembeh tak ubahnya 'tempat pembuangan akhir (TPA)' sampah. Perairan ini dipenuhi sampah organik dan anorganik.

Menurut sejumlah petugas pengangkut sampah, hampir setiap hari mereka melihat sampah di perairan. "Sampah tak akan pernah habis di laut kalau masyarakat belum sadar
membuang sampah pada tempatnya," kata Handri Darise (40), satu di antara awak perahu pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan Kota Bitung, Minggu (19/6).

Kata dia, selain sampah yang dibuang masyarakat ke saluran air dan hanyut ke laut, ada juga sampah yang dibuang dari kapal langsung ke perairan.

"Kami berang dengan perbuatan mereka sehingga sering tegur," ujar dia.

Tiga kru Garbage Boat 02, perahu pengangkut sampah, sejak pukul 08.00 Wita hingga 14.00 melakukan penyisiran di resor pulau Lembeh untuk mengangkut sampah yang dihasilkan. "Ada delapan resor dan tiga dok kapal dilayani setiap hari oleh perahu pengangkut sampah. Paling mendominasi sisa-sisa makanan dan sampah yang hanyut di laut hinggap di resor," kata petugas.

Selain mengangkut sampah di resor, mereka berkewajiban angkat sampah di laut. "Kalau hanya biarkan tidak angkat kami kena marah. Sehingga takkan kami biarkan adanya sampah di laut," kata dia.

Mengenai upah, Jemmy petugas angkut sampah di laut lainnya, mengaku masih bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Meski hanya berstatus honorer para petugas ini dikenakan sistem upah mingguan.

"Rp 429 ribu per minggu cukup penuhi kebutuhan keluarga dan ongkos sekolah anak," kata Jemmy. Secara keseluruhan kerja mereka sama seperti petugas sampah di darat bedanya mereka di laut.

"Setiap melaksanaan tugas dilengkapi dengan alat keselamatan seperti sepatu kaus tangan dan baju pelampung," katanya.

Merianti Dumbela, Kadis Kebersihan Kota Bitung, mengatakan untuk menjaga kebersihan laut pihaknya mengerahkan empat unit perahu pengangkut sampah.

"Tiga unit perahu 40 PK dan satu unit 15 PK, diawaki oleh empat orang untuk perahu besar dan tiga orang perahu kecil," tutur Dumbela. Adapun waktu kerja mereka mulai Senin sampai Sabtu. "Tiga perahu angkut sampah di seluruh resor yang ada di Lembeh dan dok atau galangan serta satu unit melakukan mobile menyitari selat Lembeh," kata dia. sumber:manado.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar