Rabu, 11 Mei 2016

Walikota Bitung Beri Semangat dan Motivasi ke Siswa SMP



Di hari pertama pelaksanaan UN dSMP/MTs di Kota Bitung ada sebanyak 39 peserta  tidak ikut dan 38 peserta tidak ikut di hari kedua pelaksanaan ini.

"Ke 39 peserta yang tidak ikut UN hari pertama terdiri dari tiga orang sakit, 29 drop out (DO), dua meninggal, empat
orang mengikuti orang tua keluar Bitung dan satu siswa tidak ikut karena pulang kampung (Pulkam).

Keesokan harinya seorang yang sakit dihari pertama sudah ikut sehingga hanya 38 peserta yang tak ikut," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ferdinand Tangkudung melalui Ujar Eugene Nona Mantiri Kabid Pendidikan Desar (Dikdas), Selasa (10/5) kemarin.

Lanjutnya, untuk peserta UN tingkat SMP/MTs dalam daftar sejumlah 3238 terdiri dari pria 15750 dan perempuan 1663 siswa. Wakil walikota Bitung Max Lomban seperti biasanya setiap pelaksanaan ujian Nasional membuka naskah soal dan melanjutkan dengan melakukan pemantauan ke ruang kelas tempat pelaksanaan UN.

Didampingi kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Ferdinand Tangkudung, Kepala sekolah SMPN 2 Bitung Robby Kawengian serta ketua Tim penggerak (TP) PKK Kota Bitung Ny Khouni Lomban Rawung membuka naskah soal di SMPN 2 Bitung. "Naskah soal ini masih tersegel semua, itu artinya kecil kemungkinan terjadi kecurangan atau kebocoran soal ujian," ucap Lomban sebelum membuka naskah soal, Senin (9/5) kemarin.

Ucapan memberi motivasi dan semangat keluar dari mulutnya. Kepada peserta UN Lomban katakan jangan terpengaruh dengan cuaca hujan yang terjadi di kota Bitung belakangan ini. "Kalian harus semangat dan fokus selama ujian ini," tambahnya.

Data yang masuk kepadanya dari Dinas pendidikan dan kebudayaan 3238 siswa peserta UN tingkat SMP/MTs menempati 180 ruang ujian di 35 sekolah penyelenggara serta ada yang bergabung. "Para Kepala Sekolah, Guru dan Pegawai yang ada di setiap Sekolah di Kota Bitung, di beri tugas bukan hanya menerima siswa yang mendaftar, tetapi juga mereka harus mencari dan mendata setiap anak yang ber-usia sekolah namun tidak bersekolah untuk dibantu dan didaftarkan bersekolah sesuai teritorialnya masing-masing. Mereka juga akan mendapat hak yang sama dengan anak-anak yang lain serta dibebaskan dari kewajiban biaya sekolah atau pendidikan gratis di Kota Bitung," tegasnya.

Ditempat terpisah hujan deras mengguyur kota Bitung tidak menyurutkan semangat para siswa SMA/SMK yang telah lulus ujiang Nasional (UN) untuk melakukan aksi coret seragam putih abu-abu, terpantau aksi coret-coret berlangsung di luar sekolah hingga berlanjut dengan aksi konvoi kendaraan roda dua dan empat dibawah guyuran hujan, Senin (9/5). sumber:manado.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar