Senin, 17 Oktober 2016

DPRD Bitung Belajar Wisata ke Denpasar dan Badung



Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung berkunjung selama lima hari di Kabupaten Badung, Bali. Mereka mempelajari pengelolaan keuangan dan pariwisata di sana.

Kasubag Humas DPRD Bitung, Santy Mamesah,
mengatakan pimpinan dan anggota Komisi B yang berangkat ke Bali. "Ketua Komisi Achmad Syafrudin Ila, Wakil Ketua Robby Lahamendu, Sekretaris Erwin Wurangian, Anggota Dewi Suawa dan Jantje Lambey," kata Santy, Senin (17/10).

Dijelaskan Santy, kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan Komisi B selama lima hari sejak Selasa hingga Sabtu pekan lalu ke Pemerintah Kota Denpasar, DPRD Kabupaten Badung dan Pemkab Badung. Mereka melakukan studi banding tentang kebijakan pemerintah di bidang perekonomian dan keuangan daerah.

Di Pemkot Denpasar membahas tentang Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 125 tahun 2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2016.

"Mengenai PMK ini di Bitung sudah turun aturannya tetapi belum ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) sementara di Denpasar APBDP sudah ditetapkan PMK-nya baru turun," katanya.

Sehingga, kata Mamesah, kebijakan keuangan di sana melakukan penundaan pencairan dana belanja langsung pegawai Rp 25 miliar, belanja tidak langsung meliputi belanja desa, sisa tender dan belanja modal. "Sambil menunggu keputusan pusat tentang PMK 125," katanya saat menyampaikan hasil kunker di Bali.

Di DPRD Badung, Komisi B DPRD Bitung membahas tentang trik kebijakan pemerintah di bidang keuangan dan pemerintah daerah.

Dari sana diperoleh, dalam mengeluarkan kebijakan pertama harus ada hubungan baik antara eksekutif dan legislatif supaya semua bisa terlaksana secara baik.

Di Pemkab Badung mengangkat mengenai kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (moratorium transhipment atau alih muatan di laut) dimana Kota Bitung mengalami dampak yang signifikan sehingga melakukan ekspansi ke bidang pariwisata.

"Di sana (Badung) sektor pariwisata dan perkembangannya akan membawa pengaruh positif dan signifikan terhadap roda perekonomian berdampak baik untuk masyarakat. Sehingga Kota Bitung harus mencari inovasi yang terbaik untuk dijual guna perkembangan pariwisata di Bitung lebih meningkat. Terutama untuk sektor pariwisata bagaimana wisatawan yang datang ingin kembali ke sini," kata dia. sumber:manado.tribunnews.com

Terpisah Achmad Syafrudin Ila alias Aco ketua Komisi B DPRD Bitung saat dimintai keterangannya berkata, hanya membicarakan tentang masalah umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar